Ritual adat Kepulauan Bangka ini merupakan wujud rasa syukur atas hasil
laut yang melimpah, Nujuh Jerami sendiri merupakan ritual sebagai rasa
syukur atas hasil panen padi yang melimpah. Ritual ini Nujuh jerami
sendiri berasal dari 2 kata yaitu "Nujuh" yang berarti tujuh (7), sedangkan "Jerami"
merupakan sebutan untuk padi yang akan ditumbuk di dalam lesung (Alat
untuk menumbuk padi; terbuat dari kayu).
Setiap tahunnya Ritual Adat
Nujuh Jerami ini diadakan di beberapa dusun di Bangka Belitung, seperti
Dusun Air Abik, Dusun Bukit Tulang, dan Dusun Pejem yang ketiganya
berada di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Biasanya dilaksanakan pada hari ke-7 setelah masa panen berakhir. Mari
kita simak lebih lanjut tentang Ritual Adat Bangka Belitung yang satu
ini.
Prosesi ritual adat Nujuh Jerami ini mulanya diawali dengan tarian
pembuka untuk menghibur para tamu undangan dan warga yang menyaksikan
jalannya prosesi ritual ini. Para penari ini berasal dari beberapa
sanggar seni dan tari dari Kecamatan Belinyu yang ikut meramaikan acara nujuh jerami ini.

