Sekitar
50 persen terumbu karang di Provinsi Bangka Belitung (Babel) rusak
akibat sedimentasi lumpur yang berasal dari aktivitas penambangan
timah di perairan provinsi kepulauan berpenduduk 1,2 juta jiwa
tersebut. Ketua Tim Eksplorasi Terumbu Karang, Universitas Bangka
Belitung (UBB), Indra Ambalika di Pangkalpinang, Minggu, menjelaskan
kerusakan terjadi akibat terumbu karang tertutup lumpur terkait
kegiatan kapal isap dan tambang inkonvensional (TI) apung yang terus
menyedot timah di wilayah perairan.